Penerapan Stilasi pada Motif Kain Tenun Blongsong Palembang

Authors

  • Heri Iswandi Universitas Indo Global Mandiri Palembang
  • Didiek Prasetya Institut Teknologi dan Bisnis Palcomtech Palembang

DOI:

https://doi.org/10.35134/judikatif.v6i1.199

Keywords:

Blongsong, Stilasi, Pengembangan, Nilai Estetik

Abstract

Blongsong merupakan salah satu kain tenun khas Palembang. Daerah yang terkenal menghasilkan kain tenun ini adalah Kelurahan Tuan Kentang. Merujuk pada sejarahnya, kain tenun blongsong merupakan kain khas Palembang yang asal mulanya dibawa oleh masyarakat Pulau Jawa ke Sumatera Selatan. Oleh karena itu masyarakat lebih mengenal kain songket dibanding kain tenun blongsong yang didatangkan dari pulau Jawa. Adapun penelitian ini menerapkan metode kualitatif yang bersumber dari hasil wawancara ke pengrajin yang berada di Kelurahan Tuan Kentang. Berdasarkan dari hasil wawancara, pembuatan kain tenun blongsong dapat dikatakan cukup rumit dikarenakan proses pembuatannya yang cukup lama. Satu helai kain dapat memakan waktu sekitar satu bulan dikarenakan proses awal hingga tahap penenunan masih menggunakan alat manual. Akan tetapi pengrajin masih tetap membuat kain walaupun sampai saat ini masih banyak masyarakat Palembang yang belum mengetahui dan mengenal kain tenun blongsong sebagai kain khas Kota Palembang. Selain itu jika dilihat dari corak pada motif kain tenun blongsong, pola dan bentuknya tidak terlalu tegas, sehingga secara keseluruan motifnya tidak semenarik yang ada pada kain tenun tajung yang justru harganya lebih murah atau lebih terjangkau oleh masyarakat. Melihat dari permasalahan tersebut, maka penulis berinisiatif untuk mengembangkan motif kain tenun blongsong dengan metode stilasi, agar motif yang dihasilkan menjadi lebih estetik. Sehingga ada kesesuaian antara lamanya pengerjaan dengan hasil kain dengan motif yang lebih menarik.

References

Luftinor, L. (2018). Rekayasa Mesin Kelos Benang Untuk Kerajinan Tenun Palembang. Indonesian Journal of Industrial Research, 1(1), 38-47.

Maftukha, N. (2019). Visualisasi Motif Tenun Hasil Anak Usia Dini Di Suku Baduy Luar. Narada : Jurnal Desain Dan Seni, 6(2), 295. https://doi.org/10.22441/narada.2019.v6.i2.007

Firmansyah M, Lomi, A., & Gustopo, D. (2017). Meningkatkan Mutu Kain Tenun Ikat Tradisional Di Desa/Kelurahan Roworena Secara Berkesinambungan Di Kabupaten Ende Dengan Pendekatan Metode TQM. Jurnal Teknologi Dan Manajemen Industri, 3(1), 5–13. https://doi.org/10.36040/jtmi.v3i1.171

Dedy Prayatna, I. W., Santosa, H., & Ratna Cora, T. I. (2021). Perkembangan Fungsi dan Makna Kain Tenun Gotya dalam Industri Fashion. Mudra Jurnal Seni Budaya, 36(1), 106–114. https://doi.org/10.31091/mudra.v36i1.1101

Maulinda, N., Farida, F., & Safitri, S. (2021). Kain Tenun Tajung dan Blongsong: Sejarah dan Ekonomi Masyarakatnya. HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah, 9(1), 79. https://doi.org/10.24127/hj.v9i1.2939

Viatra, A. W., & Triyanto, S. (2014). Seni Kerajinan Songket Kampoeng Tenundi Indralaya, Palembang. Ekspresi Seni, 16(2), 168. https://doi.org/10.26887/ekse.v16i2.73

Ariyanti, I., Taufikurrahman, T., & Novianti, L. (2019). Kerajinan Tenun Tradisional Blongsong/Tajung Palembang. Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR), 2, 310–317. https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v2i0.497

Febrianty, F., & Fatmariani, F. (2019). Pelestarian Motif Tenun Khas Palembang Melalui Digital Catalog Kain Tajung dan Songket Serta Blongsong Sebagai Industri Tekstil Masa Depan. Indonesian Journal of Industrial Research, 2(2), 105-113.

Soedarwanto, H., Muthi'ah, W., & Maftukha, N. (2018). Kajian Ekspresi Seni Dalam Ragam Hias Batik Betawi. Narada, 5(1), 69-82.

Panjaitan, R. (2019). Metodologi Penelitian. https://doi.org/10.31220/osf.io/ydz6r

Kevin, K., Hendryli, J., & Herwindiati, D. E. (2019). Klasifikasi Kain Tenun Berdasarkan Tekstur &Amp; Warna Dengan Metode K-NN. Computatio : Journal of Computer Science and Information Systems, 3(2), 85. https://doi.org/10.24912/computatio.v3i2.6028

Semuel, H., Mangoting, Y., & Hatane, S. E. (2022). Makna Kualitas dan Kinerja Tenun Tradisional Indonesia Kolaborasi Budaya Nasional dan Budaya Organisasi. Makna Kualitas Dan Kinerja Tenun Tradisional Indonesia Kolaborasi Budaya Nasional Dan Budaya Organisasi.

Kristanto, A. (2017). Memahami Paradigma Pendidikan Seni. Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen, Dan Musik Gereja, 1(01), 119–126. https://doi.org/10.37368/ja.v1i01.90

Yonkie, A., & Ujianto, A. N. (2017). Unsur-Unsur Grafis Dalam Komik Web. Jurnal Dimensi DKV Seni Rupa Dan Desain, 2(2), 123–134. https://doi.org/10.25105/jdd.v2i2.2184

Nurcahyo, M. (2022). Kajian Peran Sketsa dalam Proses Kreatif dan Pendidikan Desain (Kasus Pengalaman Belajar Desain di Era Digital). LINTAS RUANG: Jurnal Pengetahuan dan Perancangan Desain Interior, 10(2), 86-97.

Haq, C., & Devi, I. A. R. (2022). Pendidikan Seni (Kriya) dalam Pewarisan Kerajinan Tenun Songket Silungkang Desa Lunto Timur Kota Sawahlunto. Journal on Teacher Education, 3(2), 377-389. https://doi.org/10.31004/jote.v3i2.4093

Sp, S. (2006). Trilogi seni: penciptaan, eksistensi, dan kegunaan seni. Badan Penerbit Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Satria, R. (2023). Makalah Periode Perintisan Seni Rupa Modern. https://doi.org/10.31219/osf.io/j8xyz

Budiyono, J., & Kartika, D. S. (2018). Seni lukis karikatur karya gm. Sudarta. Gelar : Jurnal Seni Budaya, 15(2). https://doi.org/10.33153/glr.v15i2.2217

Yulina, B., & Eka Susanti, Pridson Mandiangan, E. D., Slamet Widodo,. (2019). Implementasi Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah Kain Tenun Khas Daerah Palembang. Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR), 2, 1303–1312. https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v2i0.461

Downloads

Published

2024-06-23

How to Cite

Iswandi, H., & Didiek Prasetya. (2024). Penerapan Stilasi pada Motif Kain Tenun Blongsong Palembang. Judikatif: Jurnal Desain Komunikasi Kreatif, 6(1), 59–65. https://doi.org/10.35134/judikatif.v6i1.199