Analisis Interpretasi pada Kain Songket Silungkang melalui Pendekatan Hermeneutika Wilhelm Dilthey
DOI:
https://doi.org/10.35134/judikatif.v6i2.227Keywords:
Songket Silungkang, Motif, Hermeneutika, BudayaAbstract
Salah satu daerah penghasil kain songket di Sumatera Barat adalah Desa Silungkang. Silungkang terletak di tepi jalan raya Sumatera sekitar 95 km dari selatan-timur Kota Padang. Kain tenun songket yang dihasilkan di Desa Silungkang merupakan bagian dari jati diri masyarakat Minangkabau. Hal ini dapat dilihat dari keberadaan ragam hias Minangkabau yang menjadi elemen estetik dan juga memiliki nilai filosofi berkaitan dengan sistem kekerabatan masyarakat Minangkabau. Kain tenun songket dipandang sebagai aset yang dapat diwariskan dari generasi ke generasi, karena pada dasarnya kain tenun songket adalah simbol tentang keberadaan sebuah entitas yang membuat sesuatu menjadi ada dan dikenal. Oleh sebab itu, maka metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif, karena objek kajian berupa kain songket Silungkang di Minangkabau, suatu hasil karya budaya hasil kreasi manusia yang berfungsi sebagai simbol identitas masyarakatnya. Adapun kain songket ini mengandung berbagai unsur nilai, norma, dan simbol yang sulit dijelaskan melalui angka, statistik, atau metode kuantitatif lainnya. Nilai, norma, dan simbol hanya dapat dijelaskan melalui fenomena alami, interaksi simbolis, serta budaya. Ragam motif kain tenun songket masyarakat adat Minangkabau khususnya di daerah Silungkang, selain memiliki fungsi sosial dan makna budaya melalui simbol-simbol institusi tradisional berisi tentang aturan hidup yang menyangkut dengan agama, intelektual, etika, dan estetika, sebagai wujud ikatan manusia untuk hidup yang lebih baik di dunia dan akhirat. Melalui pendekatan hermeneutika Wilhelm Dilthey, maka dapat membuka cakrawala bagi masyarakat atau pembaca tentang pemahaman motif atau ragam hias pada songket Silungkang dari arti dan maknanya.
References
Utami, M. B. (2022). Songket Tradisional Silungkang. Relief: Journal of Craft, 2 (1), 43–49.
Iskandar, R., Minawati, R., & Martion, M. (2016). Perancangan Branding Songket Silungkang. Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni, 3(1), 66.
Zaman, A. B. (2012). Mengenal Tenun Songket Ratu Kain Sumatera Barat.
Budiwirman, B., & Syafwandi, S. (2019). Hermeneutika Songket Sebagai Pakaian Adat Dalam Perspektif Budaya Minangkabau. Gorga : Jurnal Seni Rupa, 8(1), 1. https://doi.org/10.24114/gr.v8i1.12502
Bart, B., Utama, E., & Azwar, N. (2006). Revitalisasi Songket Lama Minangkabau. Studio Songket ErikaRianti.
Widodo, S. A. (2008). Metode Hermeneutik dalam Pendidikan. Unisia, 31(70), 322–332. https://doi.org/10.20885/unisia.vol31.iss70.art2
Supriyanto, S. (2022). Implementasi Pemikiran Hermeneutika Martin Heidegger dalam Studi Tafsir Alquran. AL QUDS : Jurnal Studi Alquran Dan Hadis, 6(1), 255. https://doi.org/10.29240/alquds.v6i1.3165
Hermawan, S., & Hariyanto, W. (2022). Buku Ajar Metode Penelitian Bisnis (Kuantitatif Dan Kualitatif). https://doi.org/10.21070/2022/978-623-464-047-2
Desman, N. S., & Nurizzati, N. (2019). Pembuatan Purwarupa Songket Pakaian Adat Silungkang di Kecamatan Silungkang Kota Sawahlunto Sumatera Barat (Studi Kasus: Pada Kerapatan Adat Nagari Silungkang Dan Kantor Disperindag Kota Sawahlunto). Ilmu Informasi Perpustakaan Dan Kearsipan, 8(1), 314. https://doi.org/10.24036/107320-0934
UTAMI, O. R. (2015). Studi kain songket silungkang (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Jakarta).
Syahriannur, S. (2019). Eksplorasi Etnomatematika Kain Songket Minang Kabau Untuk Mengungkap Nilai Filosofi Konsep Matematika. Jurnal MathEducation Nusantara, 2(1), 58-63. https://doi.org/10.54314/jmn.v2i1.69
Iskandar, R., Muhammad, A., & Gusman, A. P. (2017, December). Analisa Identitas Songket Silungkang dengan Konsep Desain Komunikasi Visual. In Prosiding Seminar Nasional Desain dan Media (pp. 145-152).
Desman, N. S., & Nurizzati, N. (2019). Pembuatan Purwarupa Songket Pakaian Adat Silungkang di Kecamatan Silungkang Kota Sawahlunto Sumatera Barat (Studi Kasus: Pada Kerapatan Adat Nagari Silungkang Dan Kantor Disperindag Kota Sawahlunto). Ilmu Informasi Perpustakaan Dan Kearsipan, 8(1), 314. https://doi.org/10.24036/107320-0934
Azzhara, F. (2021). Visualisasi Pucuk Rebung Pada Batik Kain Panjang (Doctoral dissertation, ISI Yogyakarta).
Izzara, W. A., & Nelmira, W. (2021). Desain Motif Tenun Songket Minangkabau Di Usaha Rino Risal Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Gorga : Jurnal Seni Rupa, 10(2), 423. https://doi.org/10.24114/gr.v10i2.25928
Purnama, P. A. (2016). Tafsir Kain Tenun Songket Bukittinggi, Sumatera Barat Sebagai Artefak Tradisi Indonesia. Jurnal Dimensi Seni Rupa Dan Desain, 13(1), 53–62. https://doi.org/10.25105/dim.v13i1.1778
Sholikah, S. (2017). Pemikiran Hermena Eutika Wilhelm Dilthey (1833 “1911 M). Al Hikmah: Jurnal Studi Keislaman, 7(2), 109-120.
HADIS, K. S. Q. A. Pengantar Historisitas Dilthey.
Valerian, H. F. (2020). Kembali pada Kehidupan: Memahami Lebensphilosophie menurut Wilhelm Dilthey dan Hubungannya dengan Fenomenologi (Doctoral dissertation, Driyarkara School of Philosophy).
Priyanto, S., & Yunus, B. (2001). Wilhelm Dilthey: peletak dasar ilmu-ilmu humaniora. Bendera.
Sitorus, H. J. C., Sauri, S., & Gultom, N. (2022). Hermeneutika Wilhelm Dilthey Sebagai Alat Interpretasi Karya Sastra. In Seminar Internasional Riksa Bahasa (pp. 208-214).
Iswandi, H., & Didiek Prasetya. (2024). Penerapan Stilasi pada Motif Kain Tenun Blongsong Palembang. Judikatif: Jurnal Desain Komunikasi Kreatif, 6(1), 59–65. https://doi.org/10.35134/judikatif.v6i1.199
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Judikatif: Jurnal Desain Komunikasi Kreatif

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





