Video Musik Babanca: Fenomen Berbahasa Orang Kerinci

Authors

  • Fitria Wulanda Institut Seni Indonesia Padang Panjang
  • Asril Institut Seni Indonesia Padang Panjang
  • Yusril Institut Seni Indonesia Padang Panjang

DOI:

https://doi.org/10.35134/judikatif.v5i1.65

Keywords:

Video Musik Babanca, Short Film, Kerinci, Dialeg Bahasa Kerinci

Abstract

Perancangan video musik Babanca dalam Fenomen bahasa kerinci bertujuan untuk memperkenalkan dan menggali kekayaan budaya bahasa Kerinci melalui media musik dengan short film. Kerinci adalah salah satu suku yang tinggal di Provinsi Jambi, Indonesia, dan memiliki warisan budaya yang kaya dan beragam. Dalam video musik ini, terlihat visualisasi yang menarik dan menggugah melalui perpaduan budaya dan bahasa Kerinci dan unsur-unsur musik yang modern. Dalam lirik dan melodi lagu, akan terwakili tema-tema yang relevan dengan kehidupan orang Kerinci, seperti keindahan alam, kearifan lokal, kehidupan sehari-hari, dan mitos tradisional. Video musik ini juga dapat menjadi sarana untuk menghubungkan generasi muda dengan tradisi dan identitas budaya. Metode penciptaan yang dirangkai dari pra-produksi, produksi, hingga pasca produksi. Strategi kreatif pada perancangan ini adalah menggunakan konsep storyline dan motion animation. Strategi kreatif storyline berfokus pada pengembangan dan pemaparan cerita yang menarik, emosional, dan menghubungkan audiens dengan pesan atau tujuan yang ingin disampaikan. Animation motion pada perancangan ini adalah mendukung latar dalam visualilasi ilustrasi pada pembuka cerita. Melalui perancangan ini, diharapkan dapat mempromosikan kekayaan budaya bahasa Kerinci dan meningkatkan apresiasi terhadap warisan budaya kerinci.

References

Puspita, N. (2021). Greeting Words Of Kinship Of Kerinci Language In Siulak Sub-District, Kerinci District, Jambi Province. Jurnal Inovasi Penelitian, 1(9), 1849-1858. https://doi.org/10.47492/jip.v1i9.361

Syahrin, A. A., & Nurida, T. D. (2018, November). Eksistensi Bahasa Melayu Sambas dalam Budaya Makan Besaprah Masyarakat Melayu Sambas. In Seminar Internasional Riksa Bahasa (pp. 367-376).

Hadiyanto, H., & Wulandari, S. (2017). Penggunaan Istilah Oleh Masyarakat Kerinci Dalam Budaya Agraris Bidang Persawahan: Upaya Pelestarian Bahasa Daerah Melayu Kerinci. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 1(2), 110-127. https://doi.org/10.22437/titian.v1i2.4220

Mailani, O., Nuraeni, I., Syakila, S. A., & Lazuardi, J. (2022). Bahasa sebagai alat komunikasi dalam kehidupan manusia. Kampret Journal, 1(2), 1-10. https://doi.org/10.35335/kampret.v1i1.8

Pandaleke, T. F., Koagouw, F. V., & Waleleng, G. J. (2020). Peran Komunikasi Sosial Masyarakat Dalam Melestarikan Bahasa Daerah Pasan Di Desa Rasi Kecamatan Ratahan Kabupaten Minahasa Tenggara. Acta Diurna Komunikasi, 2(3).

Harapan, E., Ahmad, S., & MM, D. (2022). Komunikasi antarpribadi: Perilaku insani dalam organisasi pendidikan. PT. Raja Grafindo Persada-Rajawali Pers.

Noermanzah, N. (2019). Bahasa sebagai alat komunikasi, citra pikiran, dan kepribadian. In Seminar Nasional Pendidikan Bahasa dan Sastra (pp. 306-319).

Ernanda, E. (2018). Pemilihan Bahasa dan sikap Bahasa pada masyarakat pondok tinggi kerinci. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 2(2), 193-211.

Maiza, S. (2018). Sistem Perulangan Bahasa Kerinci Dialek Rawang. Menara Ilmu, 12(1), 213-220.

Fatria, M. (2022). Analisis Relasi Makna (Sinonim dan Antonim) Bahasa Kerinci Dialek Tebing Tinggi Kecematan Danau Kerinci (Doctoral dissertation, UNIVERSITAS UNJA).

Powa, J. E. (2020). Implemensi Aksara Incung di Sungai Penuh. Jurnal Ilmiah Dikdaya, 10(1), 111-118. http://dx.doi.org/10.33087/dikdaya.v10i1.166

Harmedianti, H., Ernanda, E., & Afria, R. (2023). Variasi Leksikal Bahasa Kerinci Isolek Desa-desa di Kecamatan Depati Tujuh Kabupaten Kerinci: Kajian Dialektologi. Kalistra: Kajian Linguistik dan Sastra, 1(3), 257-270.

Wibowo, P. N. H. (2019). Penciptaan film pendek terinpirasi dari kotak pertanyaan pelajaran khas di SD Eksperimental Mangunan. TONIL: Jurnal Kajian Sastra, Teater dan Sinema, 16(2). https://doi.org/10.24821/tnl.v16i2.3208

Purwanto, A. (2011). Teknik Editing Video Dengan Multi Kamera. Data Manajemen dan Teknologi Informasi (DASI), 12(2), 7.

Pasetyo Nur R, M. (2023). Teknik Sinematografi dan Penyampaian Pesan Dalam Film Rani dan Cerita Tentang Walkie TAlkie (Doctoral dissertation, IAIN PONOROGO).

Akbar, M. A. (2021). Proses Editing Program Acara Kabar Riau di Dumai Vision (Doctoral dissertation, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU).

Insani, R. W. S. (2020). Pelatihan Editing Video Pembelajaran Bagi Dosen Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Pontianak. Jurnal Buletin Al-Ribaath, 17(2), 104-109.

Zoebazary, M. I. (2013). Kamus istilah televisi & film. Gramedia Pustaka Utama.

Ubay, N. R. (2023). TA: Penyuntingan Gambar dan Color Grading dengan Warm Tone dalam Pembuatan Film Pendek Fiksi tentang Rumah Dinas (Doctoral dissertation, Universitas Dinamika).

Pratista, H. (2017). Memahami Film-Edisi 2. Montase press.

Panuju, R. (2019). Film sebagai proses kreatif. Inteligensia Media.

Downloads

Published

2023-03-21

How to Cite

Wulanda, F., Asril, & Yusril. (2023). Video Musik Babanca: Fenomen Berbahasa Orang Kerinci. Judikatif: Jurnal Desain Komunikasi Kreatif, 5(1), 1–6. https://doi.org/10.35134/judikatif.v5i1.65